BERITA TERKINI
Home / Tulungagung Update / Tujuh Puluh Dua Inovasi di Tulungagung

Tujuh Puluh Dua Inovasi di Tulungagung

 

Ada Berkas Mlaku Dewe di Tulungagung, berkas Mlaku Dewe atau berkas yang  berjalan sendiri, sepintas memang tidak mungkin terjadi tapi di kabupaten Tulungagung bisa saja hal tersebut terjadi. Berkas Mlaku dewe adalah salah satu inovasi pelayanan yang menjadi primadona dari Kecamatan Ngantru sebagai persembahan bagi masyarakat yang tinggal sisi paling utara kabupaten Tulungagung. Wilayah kecamatan Ngantru sendiri terdiri dari 13 desa adapun pelayanan ini sepenuhnya akan memanfaatkan internet masyarakat di wilayah kecamatan Ngantru. Nantinya seluruh pelayanan administrasi akan dikirim secara elektronik ke kecamatan dan petugas pelayanan di kecamatan langsung memproses, sehingga pada saat masyarakat datang berkas telah ditandatangani dan siap diserahkan kepada pemohon.

Bertempat di ruang Prajamukti, Jumat 29 Juli 2017 berlangsung Launching Inovasi Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung Tahun 2017. Selain dihadiri oleh seluruh Kepala OPD, Camat dan beberapa Lurah acara launching ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Wakil Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Bhirowo, MM, Deputi Inovasi Administrasi Negara LAN DR. Tri Widodo W. Utomo, SH, MA, Kepala Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur Drs. Budi Supriyanto, MSi. Dalam kegiatan ini, selain presentasi singkat tentang inovasi dari berbagai OPD, Kecamatan dan Kelurahan di Tulungagung, juga berlangsung penandatanganan Kontrak Kerja Inovasi antara Kepala OPD dengan Bupati. Nama-nama inovasi yang cukup menarik juga mewarnai inovasi di lingkup pemerintah kabupaten Tulungagung diantaranya inovasi Pecel Pincuk dari Kecamatan Rejo Tangan, Inovasi Pak De CerMat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, inovasi Gerdu Canda dari Dinas Kesehatan dan masih banyak lagi inovasi-inovasi dari OPD, kecamatan dan kelurahan.

Dalam sambutannya Deputi Inovasi Administrasi Negara LAN DR Tri Widodo W Utomo, SH, MA menyampaikan bahwa tidak ada  pemerintahan yang tidak luput dari kritikan diantaranya adalah Parkinsen, seorang pimikir mengatakan birokrasi atau aparatur pemerintah itu ibarat memancing ditempat yang jelas-jelas tidak ada ikannya, boleh dibilang sia-sia. Semisal birokrat mengadakan rapat-rapat yang menguras anggaran, nah jika ditanyakan kepada masyarakat, apakah mereka merasa penting adanya rapat-rapat tersebut pasti masyarakat akan mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkan rapat-rapat tersebut sehingga muncul stigma bahwa birokrasi kerap kali melakukan sesuatu yang tidak dibutuhkan masyarakat. Padahal rapat-rapat adalah langkah awal yang dilakukan untuk melakukan suatu tindakan. Sedikit disinggung oleh Kepala Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur Drs, Budi Supriyanto, MSi mengingatkan bahwa pegawai negeri atau ASN yang dulunya dilayani maka sekarang melayani masyarakat itu adalah makna dari Pamong Projo.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE, MSi memberikan apresiasi kepada para inovator yang telah memunculkan ide inovasi dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya. Dimana saat ini komunikasi tanpa batas maka inovasi adalah satu keniscayaan untuk melakukan perubahan sehingga tidak tertinggal sebagai pelayan masyarakat yang memiliki kapabilitas dan kultur yang baik. Pada dasarnya Bupati menggaris bawahi bahwa inovasi adalah pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dengan parameter yang mudah, murah dan cepat. Bupati juga mengapresiasi adanya inovasi dengan istilah unik seperti Pecel Pincuk yang merupakan inovasi dari Kecamatan Rejo Tangan, diharapkan istilah aneh tersebut bisa dilaksanakan dengan baik harus betul-betul ada perubahan yang signifikan. (DISKOMINFO)

Baca Juga

Penyaluran PKH di Kabupaten Tulungagung

Penyaluran PKH di Kabupaten Tulungagung sudah mulai bergulir sejak Jumat 11 Agustus 2017 di Kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − sixteen =